AGM 65 Maverick memiliki dua macam hulu ledak yaitu yang memiliki pemicu kontak di ujung dan yang memiliki pemicu dengan interval yang menembus target dengan energi kinetik sebelum meledak. Model terakhir lebih efektif untuk target yang keras dan besar. Sistem mesin untuk kedua model memakai motor roket berbahan bakar padat.
Beberapa varian dari rudal AGM 65 Maverick diantaranya
- AGM-65A
Memiliki pemandu elektro-optik . Setelah kubah pelindung dicabut dan sirkuit videonya diaktifkan, tampilan yang dilihat oleh sistem pemandu akan muncul di layar kokpit. Pilot kemudian memilih target, mengunci target kemudian rudal ditembakkan. - AGM-65B
Mirip dengan model A dengan pengembangan pada sistem televisinya yang memungkinkan pilot untuk memperbesar layar (zoom) untuk mengidentifikasi target yang kecil. - AGM-65D
Memiliki pemandu inframerah , yang memungkinkan penggunaan pada malam hari atau cuaca buruk, pembidik inframerahnya juga dapat melacak panas yang dihasilkan oleh target. - AGM-65E
Memiliki pemandu laser yang digunakan korps marinir. Rudal akan melacak laser yang dipantulkan. Jika pantulan laser tidak lagi dideteksi, rudal akan terbang melewati target dan tidak akan meledak. - AGM-65F
Memiliki 136 kg hulu ledak yang digunakan oleh angkatan laut serta pemandu elektro-optik yang dioptimalkan untuk target kapal. - AGM-65G
Mirip dengan model D, tetapi memiliki hulu ledak berat dibandingkan dengan model A, B dan D yang shaped-charge.
- Mesin : Thiokol TX-481 dengan motor roket berbahan bakar padat berpendorong ganda
- Berat :
207,9 kg (AGM 65A/B)
218,25 kg (AGM 65D)
301,5 kg (AGM 65G)
286 kg (AGM 65E)
301,5 kg (AGM 65F) - Panjang : 2,55 meter
- Diameter : 30,48 cm
- Bentang sayap : 71,12 cm
- Kecepatan : 1.150 km/jam
- Jangkauan :
27 km ( ketinggian tinggi )
13 km ( ketinggian rendah ) - Hulu ledak :
56,25 kg (AGM 65A/B)
135 kg (AGM 65G)
56,25 kg (AGM 65E)
135 kg (AGM 65F) - Sistem pemandu :elektro-optik, inframerah dan laser
- Platform : Pesawat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar