BERITA TERBARU

Senin, 15 April 2013

5 PASUKAN ELIT PENYUSUP DI DUNIA ( 2 dari indonesia )


 
Sudah sering kita mendengar bagaimana Kopassus berkali-kali menuai prestasi kelas dunia. Di antaranya menjadi pasukan elit terbaik ketiga di dunia. Tetapi kali ini Indonesia berhasil mendapat prestasi lebih hebat lagi, yaitu mengirimkan dua wakilnya sebagai penghuni 5 pasukan penyusup terbaik di dunia. Dari nomor buncit inilah mereka :
5. NAVY SEAL
Pasukan ini paling ngetop di dunia. Sering masuk film. Kelebihan mereka adalah pada peralatan mereka yang super canggih. Kemampuan asli mereka banyak diragukan karena terlalu tergantung dengan peralatan yang mereka gunakan. Walaupun mereka berhasil menyusup ke Pakistan dan membunuh Osama Bin Laden, sebagian dari mereka ternyata berhasil dibunuh juga oleh Taliban. Sering melakukan operasi pada malam hari untuk penyamaran. Diterjunkan ke lokasi dengan helihopter.
4. MOSSAD
Ini adalah pasukan rahasia paling canggih dalam melakukan tindakan mata-mata. Didukung dengan peralatan canggih sekelas Navy Seal. Mampu menyusup ke negara lain dengan menyamar menggunakan identitas palsu. Sayangnya metode yang digunakan terlalu banyak melanggar hukum internasional maupun HAM. Sehingga sering menimbulkan kemarahan negara lain (walaupun cuma marah thok. Tanpa tindakan ). Contohnya ketika mereka melancarkan aksi pembunuhan terhadap petinggi Hamas di Dubai, Uni Emirat Arab. Biasanya mereka datang dan pergi menggunakan pesawat komersial dengan melakukan pennyamaran.
3. KOPASSUS
Ini adalah pasukan khusus dengan peralatan sederhana terhebat di dunia. Dengan berbekal peralatan yang tergolong ” tradisional”. Kopassus mampu melakukan operasi penyusupan dan penyergapan hebat. Contohnya adalah operasi pembebasan sandera di Bangkok dan operasi penyusupan pasukan ke Malaysia mengkadali pasukan Gurkha dan SAS dari Inggris. Kopassus dinilai hebat justru karena peralatannya yang terbilang sederhana. Jadi ibaratnya jika Navy Seal dilepas di hutan diadu dengan Kopassus menggunakan peralatan sederhana ala gerilyawan maka kemungkinan besar personel Navi Seal akan dengan mudah “dikuliti” oleh anggota Kopassus. Alat pengangkut Kopassus biasanya adalah tank amphibi.
2. SAS
Ini adalah pasukan elit yang sebelumnya dinobatkan yang terbaik di dunia. SAS dilengkapi peralatan canggih ala James Bond. Disebut terbaik karena dalam melakukan operasinya jarang terekspos oleh media. Berbeda dengan Navy Seal dan Mossad yang setiap melakukan operasinya selalu menimbulkan kehebohan dan protes dari negara lain. SAS mampu menyusup ke daerah operasi dan pulang ke negaranya tanpa terdeteksi. Biasanya beraksi malam hari agar tidak menarik perhatian dan menghindari pasukan penjaga. Diterjunkan ke daerah operasi dengan parasut menggunakan pesawat rahasia. Dan inilah jawaranya !!!
1. BTDC (Bali Tourism Development Corporation) Walaupun jarang terdengar inilah pasukan penyusup terhebat di dunia. Tukang kebunnya saja mampu melakukan operasi penyusupan spektakuler. Diwakili I Nyoman Minta ini adalah operasi terbaru mereka yang sukses besar:
-Bersenjatakan sabit dan sapu lidi,
-Diterjunkan ke wilayah operasi menggunakan sepeda onthel,
-Operasi dilakukan siang hari tanpa penyamaran sama sekali,
-Menembus kerumunan Pasukan Pengamanan Presiden yang sedang siaga,
-Dan berhasil mendekat ke Presiden hingga jarak 5 meter.
Keberhasilan model begini akan sulit ditiru oleh pasukan elit manapun di dunia!.hehehe... just kidding

MENGAPA MALAYSIA HARUS GELISAH

ANALISIS-(IDB) : Ekspedisi Khatulistiwa sedang digelar di bumi Kalimantan terhitung sejak 5 April 2012 sampai dengan 17 Juli 2012. Hajatan strategis ini diikuti 1.170 orang, mayoritas pasukan TNI segala matra, untuk mengenali dan mengintimi situasi geografi dan lekuk bumi Kalimantan.
Utamanya di kawasan perbatasan yang menantang sekalian mensimulasi naluri tempur pasukan TNI melalui medan ralasuntai (rawa, laut, sungai dan pantai) di Kalimantan.Ini juga bagian dari “rekonstruksi operasi Anacondas-2” sebagaimana yang pernah difilmkan, meneliti flora dan fauna di pedalaman Kalimantan sembari mencari Anacondas dan anggrek merah kalau memang ada.
Sekalian juga menginspeksi patok perbatasan yang sering diusili tetangga sebelah. Kepala Staf Angkatan Darat pernah bilang : “Lu cabut patok gue sikat”. Nah ini juga bagian dari pembuktian apakah ada patok perbatasan negara kita yang dicabut atau digeser oleh tetangga sebelah.
Tim Ekspedisi Khatulistiwa di Lanud Supadio Pontianak
Operasi teritorial yang melibatkan pasukan khusus TNI AD (Kopassus), Marinir, Kostrad dan Paskhas serta sejumlah ilmuwan, menwa dan relawan ternyata disikapi dengan kewaspadaan penuh oleh negara jiran Malaysia. Jauh-jauh hari pasukan Malaysia mendatangkan belasan MBT Pendekar ke Sabah dan arsenal lain di kawasan itu termasuk mengerahkan jet tempur F18 Hornet ke utara Kalimantan. Kamuflasenya adalah latihan militer ATM, katanya.
Tapi kafilah tetap berlalu dengan langkah tegap walau anjing tetangga menggonggong terus. Mereka bahkan sampai mengawasi ketat pergerakan pasukan TNI yang mulai bergerak dari Sebatik menuju kawasan kabupaten Nunukan yang ada di daratan Kalimantan yaitu Simanggaris, Alang dan Lumbis. Mereka menganggap ekspedisi ini sebagai show of force sehingga harus dikawal dengan unjuk kekuatan juga.
Karena merasa gerah dan gelisah mereka juga mengerahkan jet tempur Hornet ke Kinabalu dan pergerakan jet tempur ini dipantau ketat oleh radar TNI AU yang ada di Tarakan sehingga tanggal 16 April sampai dengan 20 April 2012 yang lalu TNI AU mengirimkan 1 flight jet tempur Sukhoi ke Balikpapan untuk melakukan operasi kawal udara di perbatasan.
Kehadiran Sukhoi di kawasan perbatasan ini membawa manfaat bagi perjalanan ekspedisi karena setelah itu tidak ada lagi gangguan udara dari pihak sebelah. Lagian ngapain juga mengganggu, wong ini rumah-rumahku sendiri, halamanku sendiri, pohon-pohonku sendiri, tanah-tanahku sendiri. Upaya gangguan ini mencerminkan ketidakdewasaan tetangga sebelah terhadap hajatan kenduri kita menjelajah perbatasan milik kita karena mereka menganggap itu ancaman.
Ekspedisi khatulistiwa merupakan bagian dari upaya memoles kawasan border untuk lebih mengenali lintang dan bujur perbatasan. Termasuk di dalamnya pegunungan dan lembah, sungai dan gambut, kultur masyarakat setempat, komunikasi dengan masyarakat perbatasan, menggali informasi intelijen untuk kajian militer agar kawasan ini dapat diikat suasana keindonesiaannya dari sisi hankam. Ekspedisi ini dibagi dalam 8 group koordinat yang menjelajah hutan di wilayah kabupaten Sambas, Sanggau, Putussibau, Murung Raya, Hulu Sungai Tengah, Kutai Barat, Malinau dan Nunukan. Ekspedisi bergengsi kebangsaan ini terdiri dari komando pengendalian, tim penjelajah, tim komunikasi dan tim peneliti.
Pada saat yang sama 2 Kodam di Kalimantan lagi berbenah. Kodam Mulawarman yang berbatasan dengan Sabah Malaysia sedang bersiap diri menyambut berbagai alutsista baru diantaranya 1 batalyon MBT Leopard, 1 skuadron heli serang Penerbad, MLRS, rudal surface to surface, rudal surface to air, Howitzer bersamaan dengan pembangunan batalyon infantri, artileri dan kavaleri. Sementara Kodam Tanjungpura yang berbatasan dengan Sarawak juga membangun satuan-satuan tempur baru yaitu batalyon artileri dan kavaleri. TNI AU sudah menempatkan 1 skuadron jet tempur Hawk di Pontianak dan menanti kedatangan 1 skuadron pesawat tanpa awak (UAV).
Sejalan dengan itu 3 bandara di Kaltim sedang dalam tahapan retrofit agar bisa didarati pesawat Hercules untuk mobilitas pasukan. Ketiga Lanud itu adalah Long Bawan Krayan, Long Ampung dan Datah Dawai di Long Nunuk Kutai Barat. Dari sisi Hankam ketiga Bandara ini bernilai strategis karena berada pada wilayah yang tak jauh dari border. Bandara Long Bawan mempunyai nilai historis dalam era Dwikora tahun 1964 dengan pendaratan Hercules yang dramatis itu.
Tim Ekspedisi Khatulistiwa ceria dan easy going
Operasi Khatulistiwa ini di back up oleh sedikitnya 12 batalyon organik di 2 Kodam yang ada di Kalimantan bahkan di kawasan perbatasan Kalimantan saat ini dijaga oleh batalyon Linud Kostrad yang didatangkan dari Jawa. Selain itu Penerbad juga mengerahkan armada heli tempur untuk mengawal personel yang sedang menjelajah kawasan perbatasan. Sementara TNI AU menyiagakan jet tempur Hawk yang berpangkalan di Pontianak disamping pesawat pengintai.
Seharusnya Malaysia tak perlu gelisah karena ekspedisi ini merupakan urusan rumah tangga RI. Wajar dong kalau RI berupaya untuk merawat pagar halamannya dan sesekali dikunjungi dengan rombongan besar. Adalah wajar juga karena ini menyangkut perencanaan pertahanan negara. Jadi tidaklah beralasan kalau rumah tangga disebelah kita itu merasa gelisah dan gerah lalu berupaya membayangi dan menakut-nakuti personel TNI dengan gerakan gerilya atau patroli udara termasuk mengerahkan MBT segala.
Silakan bergerilya Pakcik tapi jangan salahkan kami kalau tiba-tiba saja pasukan anda disergap oleh Kopassus. Di hutan rimba segala sesuatu bisa terjadi dengen cepat, tepat, senyap karena ini teritori tempur Kopassus yang paling ideal. Kalau tak percaya silakan coba

Author this Article : CJ - Journalist

CJ - Journalist wrote 1028 articles on this Citizen Journalism.

Kamis, 11 April 2013

AS Butuh 7 Sistem Rudal Untuk Mencegat 1 Rudal Topol-M Rusia

Sistem rudal patriot AS
Analis pertahanan menilai Amerika Serikat setidaknya membutuhkan lima hingga tujuh sistem rudal pencegat berbasis darat (Ground Based Interceptors / GBI) untuk mencegat satu rudal balistik antar benua "Topol-M" Rusia. Saat ini AS telah mengerahkan 30 GBI, yaitu 26 unit di Alaska dan 4 unit di California. Pada pertengahan bulan lalu, Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel, mengungkapkan bahwa efektifitas sistem pertahanan rudal AS masih terbatas dan Hagel juga berencana untuk memindahkan sistem rudal pencegat di Eropa ke Alaska.

Rencana pemindahan sistem pertahanan rudal ini muncul sebagai usaha untuk menangani meningkatnya retorika konfrontatif dari Korea Utara, yang mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya (Korut) akan mengaktifkan kembali reaktor nuklirnya. AS mengatakan bahwa posisi rudal pencegat di Alaska dan stasiun radar tambahan di Jepang akan sangat membantu dalam mengatasi setiap kemungkinan rudal yang diluncurkan dari Korea Utara. Namun di pihak lain, Rusia beranggapan bahwa program "tarik-ulur" pertahanan rudal AS ini akan merongrong integritas strategi militernya sendiri.

Wakil Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Antonov, mengatakan dua pekan lalu bahwa pejabat keamanan dari Rusia dan Amerika Serikat akan bertemu dalam bulan-bulan mendatang untuk membahas dampak dari perkembangan terakhir. Antonov mengatakan perundingan bisa diselenggarakan di sebuah konferensi keamanan di Moskow yang berlangsung pada 23-24 Mei. Rusia mengatakan hal ini sangat mendesak karena untuk menjamin kepastian bahwa elemen-elemen pertahanan rudal AS tidak ditujukan terhadap pasukan nuklir strategis Rusia.
Kredit foto : www.militaryimages.net

KEMAMPUAN NUKLIR RUSIA SEGERA LAMPUI AS ?

Yury Dolgoruky menembakkan rudal Bulava
Rudal balistik antarbenua Bulava ditembakkan dari kapal selam nuklir Yury Dolgoruky
Di masa jabatan yang kedua sebagai presiden Rusia, Vladimir Putin telah membangun kembali kekuatan pasukan militer Rusia, termasuk kemampuan nuklirnya yang mencolok sebagai prioritas utama. Berbagai rudal canggih, pesawat bomber (pembom) dan kapal selam sudah adak di cetak biru dan sebagian sudah menempati posnya di Angkatan Bersenjata Rusia. Berbeda dengan Amerika Serikat yang saat ini militernya tengah menghadapi kemunduran akibat pemotongan besar anggaran pertahanan.
Dari nuklir yang terdapat di tiga matra angkatan bersenjata Rusia (udara, laut dan darat), sebuah kapal selam nuklir baru yang dirancang untuk membawa rudal balistik antar-benua telah mendapatkan perhatian khusus. Moskow saat tengah mengimbangi Amerika Serikat dalam hal nuklir, kemudian suatu saat akan menyalip persenjataan nuklir Amerika Serikat.
"Selama program modernisasi militer jangka panjang, Rusia telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai paritas, yang pada akhirnya akan melampaui Amerika Serikat dalam kemampuan nuklir, terutama jika pemotongan anggaran mengancam kemampuan militer AS," kata Rick Norris, seorang veteran Angkatan Darat AS, Badan Intelijen Pertahanan, dan juga sebagai seorang analis yang pendapatnya diakui dalam hal persenjataan dan kontraterorisme.
Norris membuat pernyataan ini setelah media menghubunginya tentang efektivitas kapal selam rudal balistik terbaru Rusia, Yury Dolgoruky, yang baru saja memulai tugasnya di Angkatan Laut Rusia.
Yury Dolgoruky, dinamai dari pahlawan militer awal Rusia, adalah kapal selam yang pertama dari kelas Borey yang masuk ke layanan dan kapal selam berikutnya yaitu Vladimir Monomakh (sekarang sedang uji coba laut) dan Alexander Nevsky (masih dibangun) dijadwalkan akan segera bergabung dalam waktu dekat. Total semua kapal selam kelas ini yang berjumlah 8 akan segera selesai.
Di atas kertas, Yury Dolgoruky adalah kapal selam rudal balistik antarbenua paling canggih yang dimiliki Rusia, yang rudal Bulava ("Mace") adalah rudal yang terbang rendah (akan sulit dideteksi radar), hipersonik, serta berhulu ledak ganda.
Rudal yang terbang rendah seperti Bulava sangat berbahaya. Selama Perang Dingin, para analis militer AS yakin bahwa Uni Soviet mampu meluncurkan serangan rudal "terbang rendah" yang bisa menghancurkan, dengan peringatan sangat sedikit (sulit dideteksi) oleh sistem pertahanan rudal AS, menurut Norris.
Rudal Bulava ini dimaksudkan sebagai perbaikan dari kemampuan Soviet sebelumnya. Rudal Bulava memiliki sistem bimbingan (guidance) otonom (sendiri) dan mampu mengubah ketinggian dengan cepat yang tentu saja untuk menghindari sistem pertahanan anti-rudal. Kapal selam kelas Borey mampu membawa sebanyak 20 rudal Bulava, Norris menyatakan. -Tiga kelas Borey pertama dilengkapi dengan 16 rudal balistik Bulava, namun kelas Borey berikutnya dilengkapi dengan 20 rudal Bulava-
Moskow berencana untuk menggunakan kapal selam kelas Borey di Atlantik maupun di Pasifik. Semakin banyak patroli kapal selam jenis ini di perairan perbatasan Amerika, maka akan menjadi kekhawatiran serius bagi Amerika, ujar Norris.
PAK DA
Konsep bomber strategis PAK DA
Rusia juga meningkatkan kemampuan tempur nuklirnya di aspek lain. Selain modernisasi armada pesawat bomber, Moskow sedang mengembangkan generasi berikutnya bomber strategis masa depan, mungkin secara rahasia, bomber tersebut dikenal dengan PAK DA. Seiring dengan patroli kapal selamnya, pesawat bomber Rusia juga akan berkeliaran di sepanjang perbatasan Amerika Serikat.
Salah satu yang ambisius dari kebangkitan Rusia pasca Perang ingin adalah kembalinya rencana pengembangan missile train (kereta/kendaraan rudal). Pada Era Uni Soviet, kendaraan rudal tertentu akan membawa fasilitas rudal balistik. Kendaran rudal sulit untuk dideteksi karena keberadaannya bisa di mana saja.
Ilmuwan dan teknisi Rusia sekarang sedang mengembangkan kendaraan bertenaga nuklir (untuk membawa rudal) untuk meniadakan penggunaan tiga mesin yang harus selalu mengisi bahan bakar dan akomodasi-akomodasi lain yang diperlukan. Sebuah prototipe dari kendaraan/lokomotif turbin gas, yang juga busa menarik kereta rudal, telah berhasil dibuat dan diuji coba.
Moskow sangat serius dalam intensi untuk mengembalikan posisinya sebagai kekuatan nuklir dunia. Dorongan politik mempengaruhi persenjataan rusia terdeteksi dalam Tweet yang dikirim oleh Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin dan hal ini sangat menarik perhatian Norris. Rogozin membuat Tweet setelah kapal selam Yury Dolgoruky resmi ditugaskan ke Armada Utara Angkatan Bersenjata Rusia

MASIHKAH DIPERLUKAN RUDAL DAN CANNON JARAK PENDEK ?

Rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9X Sidewinder
Rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9X Sidewinder. (Foto:thebrigade.thechive.com)
Menurut sejarah pertempuran udara, senjata udara-ke-udara jarak pendek berupa cannon dan rudal jarak pendek merupakan suatu perlengkapan standar pesawat tempur. Namun perkembangan teknologi rudal udara-ke-udara serta sistem radar udara canggih telah menggeser senjata utama pesawat ke rudal dengan jangkauan lebih jauh. Jadi, pertanyaannya masihkah senjata udara-ke-udara jarak pendek dibutuhkan? Jawabannya memerlukan analisis mendalam mengenai sejarah duel udara, prinsip perang udara modern, kemajuan teknologi rudal jarak jauh modern, serta prediksi yang akurat tentang bagaimana situasi pertempuran udara masa depan.

Meskipun perkembangan teknologi makin memungkinkan penembakan senjata jarak jauh diluar jarak pandang (Beyond Visual Range) serta teknologi siluman (stealth) anti-radar, namun masa depan akan didominasi konflik intensitas rendah yang secara politis akan dibatasi aturan bertempur (Rules Of Engagement) yang cukup ketat. Pembatasan ini akan mengurangi keunggulan dari teknologi siluman dan rudal BVR. Sehingga akan memaksa penerbang bertempur dalam jarak dekat, di mana lawan terpaksa  dibidik secara visual dan mengakibatkan  senjata udara jarak pendek lebih praktis digunakan.

Dalam buku "Fighter Combat Tactics and Maneuvering" karya Robert L. Shaw, disebutkan bahwa kemampuan air combat dibutuhkan untuk bisa mengendalikan angkasa (control of the skies) yang memungkinkan misi serangan udara strategis dan taktis, close air support, suplai udara, pengintaian udara dan misi lainnya yang sangat vital untuk keberhasilan operasi militer apapun. Hal ini sudah terbukti selama abad lalu dan kiranya akan tetap demikian di abad ke 21 ini.

Di Perang Dunia I, pesawat tempur mengandalkan senapan mesin dan cannon untuk menembak jatuh lawan. Kelincahan pesawat dan kemampuan taktik penerbang dipadukan dengan keandalan senjata menentukan keberhasilan air combat khususnya dogfight. Perang Dunia II tetap mengandalkan cannon pesawat meskipun kala itu pesawat tempur sudah dapat terbang lebih cepat dan lebih  tinggi. Penerbang tetap harus memaksimalkan keunggulannya untuk bermanuver pada posisi terbaik dan menembakkan cannon dari jarak dekat.

Perang Korea mulai mengenal pesawat tempur jet seperti F-86 Sabre dan MiG-15 yang mampu mencapai kecepatan 600 knot dan ketinggian 35 ribu kaki. Namun senjata andalan yang digunakan untuk duel udara masih mengandalkan cannon kaliber 12,7mm sesuai dengan kemampuan identifikasi pesawat lawan yang masih secara visual. Setelah era perang ini diakhir 1950-an senjata peluru kendali (rudal) mulai dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan menembak lawan pada jarak lebih jauh dari jangkauan tembakan cannon, atau bahkan pada jarak diluar jarak pandang (BVR) di mana pembidikan menggunakan radar pesawat.

Kecanggihan rudal jarak dekat dan jarak sedang serta kemampuan terbang supersonik saat itu dianggap sudah meniadakan keharusan melakukan dogfight "kuno" jarak dekat, membuat para perancang pesawat mendesain pesawat tempur jenis F-4 Phantom tanpa dilengkapi cannon. Hal yang sangat fatal karena terbukti dalam Perang Vietnam tahun 1960-an terbukti teknologi rudal udara-ke-udara masih belum bisa diandalkan. Sekitar 50% tembakan rudal dipastikan gagal mengenai sasaran karena masalah detecting, tracking, dan fuzing. Identifikasi pesawat lawan secara positif tetap harus menggunakan mata penerbang (visual) karena akurasi identifikasi oleh pengendali radar masih kurang baik.
Yang sering terjadi adalah mereka terpaksa harus meninggalkan duel udara dan segera kembali ke daerah aman karena pesawatnya tidak memiliki cannon seperti pesawat tempur lawan
Keharusan untuk secara positif mengenali pesawat sasaran sebagai pesawat lawan (agar tidak salah tembak) mengakibatkan seringkali penerbang masuk ke situasi jarak pesawatnya dan pesawat lawan cukup dekat sehingga rudal tidak efektif lagi digunakan. Penerbang F-4 mampu bermanuver ke posisi menguntungkan untuk menembak. Namun yang sering terjadi adalah mereka terpaksa harus meninggalkan duel udara dan segera kembali ke daerah aman karena pesawatnya tidak memiliki cannon seperti pesawat tempur lawan, MiG-21. Situasi ini memaksa semua pesawat F-4 akhirnya dilengkapi gunpod di bawah perut pesawat sebagai substitusi dari rudal jarak dekat AIM-9 Sidewinder dan rudal jarak sedang AIM-7 Sparrow yang menjadi senjata standarnya.

Pelajaran berharga tentang betapa berharganya cannon akibat keterbatasan dari rudal canggih ini, membuat desain pesawat generasi ketiga dan keempat yang dirancang era 1970-an seperti F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon tetap dilengkapi cannon multibarel (multi-laras) sebagai jaminan agar pesawat bisa survive dalam sebuah dogfight. Hal ini terbukti dalam perang Yom Kippur tahun 1973 antara Koalisi Arab-Israel. Sekitar 70%  kemenangan dalam air combat hasil dari penggunaan cannon. Dalam perang ini Israel masih mengandalkan pesawat F-4 Phantom dan Mirage IIIC yang juga rentan terhadap tembakan cannon dan rudal anti-pesawat milik negara Koalisi Arab.

Kemajuan teknologi menentukan lain, terbukti hasil pertempuran mulai berubah pada konflik berikutnya saat Israel sudah dilengkapi pesawat generasi keempat yaitu F-15 dan F-16. Serangkaian duel udara melawan pesawat Angkatan Udara Suriah di atas Lembah Bekaa tahun 1982 menghasilkan fakta bahwa 93% kills dihasilkan oleh rudal udara-ke-udara. Meskipun demikian kebanyakan masih ditembakkan pada jarak pandang mata namun pada jarak jauh di atas jarak tembak cannon.

Pada Perang Teluk 1991, saat pasukan Koalisi mengadakan kampanye militer mengusir Irak dari Kuwait, penggunaan pesawat mengalami revolusi besar-besaran. Air Power digunakan untuk menghancurkan kemampuan militer Irak untuk bertempur dengan pemboman presisi dan pengendalian ruang udara di atas Irak. Teknologi stealth, peralatan GPS dan bom presisi serta rudal jelajah digunakan secara luas. Hal ini terbukti sukses untuk meminimalkan penggunaan pasukan darat untuk meraih tujuan operasi mengusir Irak dari Kuwait. Duel udara jarak dekat tidak terjadi dan untuk pertama kalinya rudal jarak sedang atau BVR digunakan sepenuhnya dalam kampanye militer yang terkenal dengan nama operasi Badai Gurun (Desert Storm). Untuk pertama kalinya sejak manusia mengenal perang udara tak ada satupun senjata cannon digunakan dalam air combat.

Desain pesawat generasi ke lima yang dirancang akhir 80’an menghasilkan pesawat super sejenis F-22, baik kemampuan super maneuverability (kelincahan), supersonik jarak jauh, siluman (stealth), radar super (radar phased array), komunikasi super, dan senjata super. Namun pesawat tetap dilengkapi cannon karena tidak ada jaminan semua keunggulan ini akan berhasil menghindarkan pesawat dari keharusan untuk duel udara jarak pendek.

Semua penerbang pesawat F-22 dan F-35 serta pesawat generasi ke lima lainnya saat ini tetap harus berlatih menggunakan senjata jarak pendek dalam simulasi pertempuran udara jarak pendek atau dogfight. Pada akhirnya prinsip pertempuran udara modern, aturan bertempur (rules of engagement) dan jenis misi tetap mengarahkan bahwa cannon dan rudal jarak pendek tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari senjata pesawat tempur abad ke-21.
 
SUMBER : ANGKASA

SENJATA RUSIA SENJATA TERBAIK DUNIA ?

AK 103 dengan peuncur granat GP-4 dan AK-104
AK 103 dengan peluncur granat GP-4 dan AK 104. Foto : Angad Singh/Wiki
ARTILERI - Pasar senjata global telah tumbuh dengan baik dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini senjata-senjata Rusia sedang dalam permintaan tinggi, yang paling kompetitif adalah senjata dan peralatan militer yang dibangun pada era Uni Soviet. Untuk penggunaan-penggunaan tertenu, kinerja senjata-senjata Rusia ini bahkan dinilai lebih baik daripada senjata canggih baru buatan barat. Bisa dikatakan, 2012 adalah tahun emas bagi ekspor senjata Rusia.
Senjata kecil buatan Rusia (Soviet) dan peralatan lain yang lebih canggih dianggap memiliki kinerja yang baik dan efisien dalam semua kondisi iklim. Pada 5 Desember lalu, sebuah Institusi di Washington untuk Kebijakan Timur menerbitkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa pilot Iran yang menggunakan pesawat tempur buatan Soviet Sukhoi Su-25 (NATO:Frogfoot) berhasil mencegat pesawat tak berawak (UAV) MQ-1 Predator Angkatan Udara Amerika Serikat. Para penulis laporan itu mengatakan bahwa pesawat buatan Soviet itu (Su-25) bukanlah sebuah pesawat interceptor karena tidak dilengkapi dengan radar modern, tapi kenyataannya berhasil menghancurkan UAV canggih buatan AS, seperti yang ditulis di Worldtribune.com.

Sukhoi Su-25 Angkatan Udara Iran
Sukhoi Su-25 Iran.
Foto:Carmel.J.Attard/aircraftresourcecenter.com
Berikut salah satu contoh lain untuk membuktikan efisiensi perangkat keras militer buatan Rusia. Pentagon terpaksa mengakui indispensability (kualitas) helikopter Rusia Mi-17 di Afghanistan. Pentagon bahkan berniat membuat kontrak dengan Rosoboronexport (raksasa ekspor pertahanan Rusia) senilai US$ 900 juta. Kontrak itu terlebih dahulu harus disetujui oleh Presiden AS, meskipun pada akhirnya batal, karena rekomendasi negatif dari Kongres. Meskipun batal, beberapa pengamat militer AS menilai bahwa senjata Rusia sangat menjanjikan dan memiliki daya saing di pasar global.
Hal ini, pada kenyataannya, juga telah diumumkan oleh Presiden Vladimir Putin pada 17 Desember saat pertemuan Komisi Kerjasama Militer dan Teknis. Menilai hasil tahun 2012, Putin mengatakan bahwa Rusia telah menjual senjata dan jasa senilai lebih dari US$ 14 miliar. Volume untuk kontrak baru adalah senilai US$ 15 miliar. Presiden Putin juga menguraikan strategi Rusia untuk melanjutkan kemajuan yang diraih saat ini.
Pertama, ia mengatakan tentang produksi bersama produk militer dan perkembangan penelitian. Sebagai contoh, Rusia mengadakan proyek bersama dengan Serbia untuk memproduksi sebuah versi kendaraan lapis baja di Velika Plana, Serbia. Kendaraan kemungkinan besar sudah mendapatkan pasar ekspor yaitu Kenya dan Bangladesh. Belum lama ini, "Russian Technologies" membuat kesepakatan dengan perusahaan pertahanan Brasil Odebrecht Defensa e Technologia untuk membentuk usaha patungan, yang khususnya akan merakit helikopter serbaguna Mi-171 di Brasil.
Perusahaan-perusahaan Rusia banyak yang terlibat dalam sejumlah proyek bersama dengan India, termasuk pembangunan pesawat tempur FGFA (berdasarkan PAK FA T-50) dan rudal jelajah supersonik BrahMos. China juga menginginkan desainer Rusia untuk ambil bagian dalam pengembangan mesin pesawat tempurnya. Keinginan China ini disambut baik oleh Rusia karena sedikit banyak akan menghentikan kegiatan kloning peralatan tempur oleh China, khususnya untuk mesin dan menjadikan Rusia menemukan tempatnya di pasar mitra.

Heli serang Mi-35M
Heli serang Mi-35M, diekspor Rusia ke Brasil
Yang kedua, dan mungkin merupakan strategi yang paling menjanjikan, adalah "modernisasi perangkat keras militer untuk memulihkan posisi Rusia di pasar global," kata Putin. Pada tahun ini, perusahaan-perusaahaan industri militer Rusia, telah diberikan hak lebih untuk membuat kontrak dengan pelanggan asing. Hal ini dinyatakan Putin pada awal Juli 2012 yang layanan ekspor oleh perusahaan pertahanan Rusia pada tahun 2011 berjumlah sekitar 2,5 miliar rubel (sekitar US$ 82 juta), angka ini menyumbang 18 persen dari total volume semua ekspor militer dari Rusia. Tahun 2013 ini, angka-angka tersebut mungkin akan lebih besar.
Sebagai contoh kerjasama tersebut, salah satunya mengacu pada kontrak dengan NATO untuk servis armada helikopter di Afghanistan. Kontrak saat ini tinggal menunggu proses penandatanganan. Baru-baru ini, sebuah perjanjian serupa juga telah ditandatangani saat kunjungan Presiden Brasil Dilma Rousseff ke Moskow, kontrak tersebut mengenai penambahan armada helikopter Mi-35M.
Peralatan militer Soviet juga laris di Afrika. beberapa negara dengan angkatan bersenjata terkuat di Afrika antara lain, Aljazair, Uganda dan Chad telah mempersenjatai militer mereka dengan Tank T-90, Tank T-70 dan pesawat tempur Sukhoi Su-35M. Baru-baru ini Libya juga meminta pemerintah Ruisa untuk melanjutkan kerja sama militer dan memberikan bantuan dalam memodernisasi peralatan militernya. Secara khusus, pihak berwenang Libya baru saat ini "tertarik" dengan sisa peralatan perang negara itu setelah rezim Kaddafi (Gaddafi) digulingkan. Negara ini telah menandatangi kontrak untuk meng-upgrade 200 unit Tank T-72.

Tank T-90 melompat sambil menembakkan meriam
Mengesankan, sebuah Tank T-90 Rusia melompat sambil menembakkan meriamnya saat latihan militer tahun 2006. Foto : goodfon.com
Bahrain juga telah meminta pengiriman senapan Kalashnikov AK103 dalam jumlah besar. Sekarang adalah momen bagi Rusia untuk menawarkan "kualitasnya" ke Afrika dan Asia guna mempertahankan rimbunnya "hutan" peralatan militer Soviet. Senapan yang disebutkan diatas banyak dipilih oleh negara-negara di dunia karena kinerjanya yang luar biasa dalam semua kondisi iklim, selain kualitas dan harganya yang bersahabat.
Saat ini, senjata dan peralatan militer telah dipasok Rusia ke 88 negara di dunia. Lima puluh tujuh dari mereka merupakan pelanggan reguler. India tetap menjadi pembeli terbesar peralatan militer Rusia. Negara ini membeli jumlah besar Sukhoi Su-30MKI dan Tank T-90S (dinamai India dengan Tank Bhisma). China merupakan importir terbesar kedua (juga untuk impor dari Rusia). Negara ini telah membeli mesin penerbangan AL-31FN dan D-30KP-2 senilai US$1,2 miliar dan helikopter Mi-17 senilai US$ 700 juta. Vietnam juga memenuhi daftar pelanggan terbesar Rusia dengan kontrak sebesar US$2 miliar. Negara Asia Tenggara ini membeli kapal selam dari proyek 636 dan Lightning sea boats. Negara-negara pengimpor terbesar lainnya antara lain; Aljazair, Venezuela, Suriah (tidak diungkapkan).
Portofolio perjanjian Rusia juga mencakup paket kontrak dengan Irak senilai lebih dari US$ 4 miliar. Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia harus mempromosikan senjatanya. Menurutnya, hal ini akan menumbuhkan jiwa patriotik bagi warga negara Rusia, terutama bagi para pemuda. Memang untuk citra senjata Rusia di luar negeri, senapan serbu Kalashnikov telah melakukan lebih dan melampaui harapan Rusia

AKANKAH TERJADI PERANG DUNIA III

Ilstrasi perang nuklir
Ilustrasi perang nuklir. Foto : bigrede.com
ARTILERI - Para analis internasional telah membuat perdebatan tentang kemungkinan awal dari perang dunia baru yaitu Perang Dunia III. Rencana NATO untuk menggelar sistem pertahanan rudal Patriot di perbatasannya dengan Suriah adalah alasan lain untuk diskusi ini. Ada dugaan bahwa ancaman dari Suriah hanya merupakan penyebab imajiner dari penyebaran rudal patriot tersebut, dan pada kenyataannya, yang dilakukan oleh NATO (permintaan Turki) ini ada hubungannya dengan Iran dan potensi nuklirnya.
Banyak para analis dunia berulang kali menyatakan pendapat mereka tentang kemungkinan awal dari Perang Dunia III. Menurut mereka, Perang Dunia III akan menjadi azab bagi semua manusia di bumi ini, karena nuklir tidak akan membiarkan manusia untuk tetap hidup. Analisa semacam ini baru-baru ini dinyatakan oleh Hasan Firouzabadi, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran. Menurut dia, penyebab Perang Dunia III bisa jadi oleh karena pengiriman sistem pertahanan rudal Patriot di perbatasan antara Turki dan Suriah.
Seperti yang dicatat Hasan Firouzabadi dalam kata sambutannya, hal ini akan mengakibatkan konsekuensi serius bagi Eropa dan seluruh umat manusia, dengan mencatat bahwa sistem rudal baru merupakan "titik hitam di dunia".
Sekjen NATO Fogh Rasmussen mencatat bahwa sistem rudal Patriot tidak akan lama berada di Turki, selain dari waktu yang diperlukan. Saat ini, penyebaran rudal Patriot di 900 kilometer dari perbatasan Turki dan Suriah sedang dibahas. Alasan untuk penyebaran rudal Patriot adalah karena adanya permintaan resmi otoritas Turki yang dikirim ke NATO pada tanggal 21 November 2012. Pada tanggal 4 Desember, dan perwakilan NATO menyetujui permintaan Turki.
Menurut media Turki, otoritas membuat keputusan ini untuk melindungi Turki dari kemungkinan serangan oleh Suriah. Sejauh ini sistem pertahanan rudal Patriot akan dikerahkan di provinsi Malatya, Gaziantep dan Diyarbakir, tenggara negara itu. Selain itu, pusat komando dari sistem Patriot ini akan berlokasi di sebuah pangkalan NATO di Jerman.
Sistem Pertahanan Rudal Patriot
Sistem Pertahanan Rudal Patriot. Foto : Wiki
Atas permintaan Mark Rutte, Perdana Menteri Belanda, kompleks rudal akan dikerahkan pada bulan Januari tahun 2013. Saat pertemuan dengan Sekjen NATO, Perdana Menteri Belanda mencatat bahwa Jerman, Amerika Serikat dan Belanda bekerja sama dengan perwakilan Turki untuk menyelesaikan instalasi dari sistem anti-rudal Patriot secepat mungkin.
Bagaimanapun, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran bukanlah satu-satunya pihak yang bereaksi sangat negatif terhadap kemungkinan penyebaran Patriot di perbatasan Turki-Suriah. Sebagaimana dicatat oleh Ali Akbar Salehi, Menteri Luar Negeri Iran, penyebaran sistem anti-rudal Patriot di perbatasan Turki-Suriah lebih merupakan provokasi daripada sebuah upaya untuk melindungi dari kemungkinan serangan oleh Angkatan Udara Suriah. Menurut dia, bodoh untuk berharap bahwa penyebaran Patriot akan membantu meningkatkan keamanan dan menstabilkan situasi di wilayah tersebut. Salehi juga mengatakan bahwa masalah ini tidak dapat diselesaikan tanpa partisipasi dari Suriah. Oleh karena itu, Turki dan NATO seharusnya tidak ikut campur dalam masalah Suriah.
Sebuah kekuatan dunia lain juga memiliki reaksi dengan situasi ini. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, mengatakan bahwa penyebaran kompleks rudal Patriot di perbatasan Turki-Suriah dapat menimbulkan bentrokan bersenjata baru, bahkan perang global. Menurut dia, sistem Patriot baru Turki merupakan ancaman serius bagi banyak negara, termasuk Iran dan Eropa. Terlepas dari kenyataan bahwa sistem pertahanan rudal ini dirancang untuk mengatasi kemungkinan serangan oleh Suriah, lokasi penempatan Patriot di Turki bisa cepat berubah, sehingga secara teoritis, Patriot bisa digunakan terhadap Iran yang membuat Iran tidak akan mampu berbuat apa-apa untuk melawan para agresor.
Analis Rusia meyakini bahwa meskipun masih berada dalam jarak yang jauh dari perbatasan Iran, tujuan utama dari Patriot adalah penekanan tepat waktu fasilitas nuklir Iran yang terletak hanya 500 kilometer jauhnya. Sebagaimana dicatat oleh Dmitry Polikanov, Wakil Presiden PIR Center, kemungkinan ancaman dari Suriah hanya alasan. Bahkan, AS berencana untuk menggunakan Turki sebagai "kendaraan" di mana mereka dapat dengan cepat menekan ancaman dari Iran. Menurut dia, penyebaran Patriot di Turki tidak bisa bersifat sementara, berbeda dengan pernyataan NATO dan otoritas Turki.
Sekarang Iran akan diawasi ketat, dan setiap gerakan yang salah akan dianggap sebagai provokasi, dan konsekuensinya yang akan menjadi bencana adalah Teheran tidak akan dapat melakukan serangan balik. Victor Nadein-Rajewski, seorang peneliti di RAS, setuju dengan pendapat ini. Menurut dia, lokasi final penempatan rudal Patriot belum disetujui, sangat mengkhawatirkan. Menurut dia, penyebaran sistem pertahanan rudal adalah cara NATO untuk membantu memperkuat Turki sebagai platform strategis bagi Amerika Serikat untuk melawan Iran. Terlepas dari kenyataan bahwa negara ini diperintah oleh pemerintahan Islam dengan Perdana Menteri Erdogan yang bertanggung jawab, NATO mampu menarik otoritas Turki ke dalam konflik dengan Iran.
Khususnya, dengan membantu dalam memerangi Suriah, di mana Ankara (Turki) juga memiliki kepentingan sendiri. Tidak semua ahli Rusia yang pesimis. Menurut direktur Carnegie Moscow Center, Dmitri Trenin, seseorang tidak dapat menyatakan dengan pasti bahwa rudal Patriot akan diarahkan terhadap Iran. Menurutnya, Eropa telah lama membentuk sistem anti-rudal yang dapat menghadapi Teheran, dan saat ini belum perlu untuk menambahnya.
Perbatasan Turki, Suriah dan Iran
Elips merah perbatasan Turki dengan Suriah, Elips hijau perbatasan dengan Iran. Google Maps
Tentu saja, jika situasi dengan Iran menjadi lebih rumit, NATO dan Amerika Serikat harus mengambil langkah-langkah baru untuk mengatasi hal itu, dan rudal Patriot kemungkinan akan memainkan peran penting. Dalam keadaan saat ini sebagian besar disebabkan oleh situasi politik di Suriah dan Turki.
Satu lagi analisa. Jenderal Leonid Ivashov, direktur Institut Studi Geopolitik, mengatakan dalam sebuah pidatonya, bahwa saat ini tidak ada alasan Suriah untuk menyerang Turki. Pemerintah Suriah saat ini tengah berurusan dengan masalah kritis yaitu perang saudara, jangankan untuk menyerang, bahkan Suriah tidak dapat berpikir tenatng serangan terpusat ke negara lain (Turki) yang kekuatan militernya secara signifikan jauh melampaui kemampuan Suriah. Masih menurut Jenderal Ivashov, ini bukan soal melindungi Turki dari serangan oleh Suriah, tetapi justru invasi pasukan Turki ke Suriah, karena sejak lama negara ini "tertarik" dengan Suriaha. Namun, Veto Rusia telah menjadi satu-satunya faktor yang mencegah invasi Turki ke Suriah.
Menurut Jenderal Leonid Ivashov, fasilitas rudal baru (Patriot) bukan dibuat untuk pertahanan, namun untuk menyerang, baik kepada Iran atau Suriah. Kompleks Patriot yang dikerahkan memang membantu untuk melawan rudal, pesawat tempur dan helikopter, namun akan sia-sia dalam menghadapi serangan pasukan darat, atau rudal jarak pendek.
Selain itu, perwakilan Turki takut kerusuhan dan perang saudara yang berkembang di Suriah akan "menyeberang" perbatasan Turki karena situasi politik di daerah perbatasan tidak stabil. Menurut Alexander Grushko, utusan Rusia untuk NATO, penyebaran sistem anti-rudal adalah tanda bahwa aliansi telah mulai campur tangan dalam konflik Suriah-Turki.
Penyebaran rudal Patriot ini sekali lagi menegaskan kepentingan NATO dan Amerika Serikat di kawasan Asia, serta fakta bahwa AS akan ambil bagian dalam konflik Suriah. Sebagaimana dinyatakan oleh Anders Fogh Rasmussen, bahwa semua ini akan membantu menunjukkan kepada dunia bahwa Turki berada di bawah perlindungan kekuatan terkemuka di dunia

RUDAL ANTAR BENUA SUPER ICBM DARI RUSIA

RS-20B Voyevoda
Dua jenis rudal strategis baru yang dikembangkan oleh Rusia, sepertinya menjadi respon terhadap penyebaran sistem pertahanan rudal AS di Eropa. Rudal Rusia ini adalah rudal balistik antar-benua (ICBM - intercontinental ballistic missile) yang berbahan bakar cair berat dengan bobot 100 ton. Rudal baru Rusia ini sepertinya lebih kuat dari rudal paling kuat di dunia saat ini yaitu RS-20B Voyevoda (kode nama NATO Satan). Rudal jenis kedua adalah ICBM yang berbahan bakar padat, yang dikembangkan untuk menggantikan generasi kelima rudal Yars dan Topol-M. Berita ini diturunkan pada hari Jum'at, 15 Desember 2012, oleh Komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia, Jenderal Sergei Karakayev.
Karena potensi ICBM yang berbahan bakar padat mungkin tidak cukup efektif untuk mengatasi sistem pertahanan rudal AS, ICBM yang berbahan cair berat akan mampu mengatasi sistem ini. Sebagaimana ICBM yang seharusnya diciptakan untuk mempunyai presisi yang tinggi dan daya ledak yang dahsyat dengan jangkauan global, seperti yang dikutip ITAR-TASS dari sang Komandan.
Karakayev mengutuk Washington yang anti-Rusia  dalam kegiatan di bidang pertahanan rudal. Dia juga mengatakan bahwa di beberapa waktu ke depan akan ada kompleks pertahanan rudal yang dikerahkan dari benua Eropa yang akan mampu mencegat rudal balistik antarbenua. "Kami diberitahu bahwa ini sedang dilakukan terhadap ancaman rudal dari Iran. Namun dunia semua tahu, hanya Rusia memiliki rudal seperti ini," kata Karakayev.
Adapun ICBM baru berbahan bakar padat, ini adalah pertama kalinya Rusia mengumumkan penciptaannya. Menurut Jenderal Karakayev, tahun ini pasukan rudal strategis telah melakukan peluncuran beberapa prototipe (pra-produksi) dari rudal jenis ini. Peluncuran terakhir dilakukan pada tanggal 24 Oktober. Rudal ini diluncurkan dari wilayah darat Kapustin Yar (wilayah uji coba rudal Rusia) dari sebuah peluncur bergerak (mobile).
Karakayev menolak mengomentari hasil sementara dari uji coba rudal, setelah ia menyebutkan alasannya. Namun dari hasil peluncuran, dia mencatat bahwa rudal baru ini sudah sesuai dengan apa yang Rusia harapkan.
Tahun depan, Pasukan Rudal Strategis Rusia berencana untuk meluncurkan 11 rudal balistik antar-benua, Sergei karakayev mengatakan ini kepada wartawan saat peringatan hari Pasukan Rudal yang dirayakan Rusia setiap tanggal 17 Desember. Tahun ini, kata dia, ada lima peluncuran yang dilakukan. Tiga peluncuran dilakukan sesuai dengan instruksi untuk menguji sistem rudal baru yang sedang dikembangkan, satu peluncuran dilakukan melalui program gabungan, dan satu peluncuran lagi dilakukan untuk memperpanjang masa pakai rudal.
Pada akhir Desember, lanjut Karakayev, Pasukan Rudal Strategis Rusia akan memiliki 96 peluncur rudal baru untuk Topol-M dan Yars. Dengan demikian, dalam beberapa tahun terakhir, pangsa senjata state-of-the-art dalam Pasukan Rudal Strategis mendekati 30%, pejabat itu menyimpulkan.
Sergei Karakayev juga mengatakan bahwa meskipun masa garansi dari rudal RS-20 Voyevoda (Satan) sudah melampaui 1,5 kali, namun tetap dijaga eksistensinya dalam pelayanan sampai tahun 2022. Sebelumnya sang jenderal mengatakan pernyataan yang berbeda mengenai tenggat waktu rudal ini berada dalam layanan, yaitu antara tahun 2018 hingga 2026.
Rusia akan terus memperbarui persenjataan pasukan rudalnya. Selain itu, pada tahun 2020, Pasukan Rudal Strategis akan sepenuhnya beralih ke teknologi digital untuk transmisi informasi, kata komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia itu.

AS EKSPANSI PERTAHANAN RUDAL KE ASIA

AS berencana melakukan ekspansi besar-besaran untuk menempatkan pertahanan rudal mereka di kawasan Asia. Menurut pejabat Amerika, langkah ini dirancang untuk mengantisipasi ancaman dari Korea Utara dan satu yang tidak bisa dilupakan adalah untuk mengatasi kekuatan militer China.

Pembangunan pertahanan rudal ini merupakan bagian dari array defensif yang dapat menutupi "celah-celah" besar di Asia, dengan radar baru di selatan Jepang dan kemungkinan lain akan ditempatkan kapal pertahanan rudal di Asia Tenggara.

Ini merupakan bagian dari strategi pertahanan baru  pemerintahan Obama untuk memindahkan sumber daya mereka ke kawasan Asia Pasifik yang penting bagi ekonomi AS setelah satu dekade bergelut dengan perang Irak dan Afghanistan.

Ide ekspansi pertahanan rudal ini muncul pada saat AS dan sekutunya merasa khawatir dengan ancaman Korea Utara. Mereka juga semakin khawatir dengan sikap agresif China di perairan yang disengketakan seperti Laut China Selatan, dimana pihak-pihak yang bersengketa berlomba-lomba untuk menguasai hak minyak dan mineral di wilayah perairan tersebut.

Pertahanan rudal AS di Asia

Perencana pertahanan AS sangat khawatir dengan perkembangan rudal balistik anti kapal induk China yang bisa mengancam armada Angkatan Laut AS terutama kapal induk, jadi bagi AS sangat penting untuk memproyeksikan kekuasaan mereka di Asia.

"Fokus kami adalah retorika Korea Utara," kata Steven Hildreth, seorang ahli pertahanan rudal di Congressional Research Service, sebuah cabang penasihat kongres. "kenyataannya adalah bahwa kami juga melihat untuk jangka panjang, yang tidak lain adalah China."

Lokasi penempatan radar X-Band (radar peringatan dini) akan ditempatkan di sebuah pulau di selatan Jepang, kata pejabat pertahanan AS. Pentagon membahas hal ini dengan Jepang karena Jepang merupakan sekutu terdekat Amerika di kawasan ini. Radar akan dipasang beberapa bulan sejak perjanjian dengan Jepang, para pejabat Amerika mengatakan, dan akan melengkapi radar X-Band AS lainnya yang diletakkan di utara Jepang pada tahun 2006 lalu.

Jurubicara Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan bahwa pemerintah Jepang tidak akan memberikan komentar mengenai hal ini.

Para pejabat militer AS untuk Komando Pasifik dan Badan Pertahanan Rudal (MDA) juga telah mengevaluasi situs-situs di Asia Tenggara untuk menempatkan radar X-Band ketiga yang nantinya akan memungkinkan bagi AS dan sekutu regionalnya untuk lebih akurat melacak rudal balistik yang diluncurkan dari Korea Utara, juga China.

Beberapa pejabat pertahanan AS telah berfokus pada Filipina sebagai tempat potensial untuk X-Band ketiga, yang radar ini notabene diproduksi oleh Raytheon Co. Tapi pejabat Pentagon mengatakan lokasinya belum ditentukan dan diskusi ini masih dalam tahap awal.

Kehadiran kekuatan AS ini mungkin akan meningkatkan ketegangan dengan China, yang sejak dulu telah mengkritisi pertahanan-pertahanan rudal balistik AS di masa lalu. Beijing mengkawatirkan sistem ini, mirip dengan kebijakan AS untuk menyebarkan pertahanan rudal di Timur Tengah dan Eropa untuk melawan Iran, ini membuat China tidak leluasa. Beijing telah menyatakan keberatannya untuk penyebaran pertama X-Band AS di Jepang pada tahun 2006. Moskow juga telah menyuarakan kekhawatiran yang sama tenatang sistem pertahanan rudal AS di Eropa dan Timur Tengah.

Radar AS di Gurun Negev Israel
Fasilitas radar AS di Gurun Negev, Israel

Tanpa membeberkan rencana spesifik, Sekretaris Pers Pentagon George Little mengatakan: "Korea Utara adalah ancaman langsung yang mendorong kami untuk mengambil keputusan ini."

Pada bulan April, Korea Utara meluncurkan roket multistage yang meledak kurang dari dua menit dalam penerbangan. Uji coba ini juga dilakukan Korea Utara pada bulan Agustus 1998, Juli 2006 dan April 2009.

Pentagon mengirimkan radar X-Band laut, biasanya kapalnya berlabuh di Pearl Harbor, ke Pasifik untuk memantau peluncuran rudal Korea Utara terbaru sebagai tindakan pencegahan.

China dan Korea Utara yang Menjadi Prioritas Pertahanan Rudal AS

Pentagon juga mengkhawatirkan ketidakseimbangan kekuatan di selat Taiwan. China telah mengembangkan rudal balistik canggih dan rudal balistik anti kapal induk yang dapat menargetkan armada angkatan laut AS di kawasan tersebut.

China setidaknya memiliki 1000 sampai 1200 rudal balistik jarak pendek yang khusus ditujukan untuk Taiwan, dan telah mengembangkan rudal jelajah dan rudal balistik jarak jauh, termasuk sebuah rudal China yang dirancang untuk mencapai kapal yang bergerak di jarak 1500km, kata laporan tahunan Pentagon tentang militer China.

Ketiga radar X-Band tersebut (di Asia) tidak hanya akan mencakup Korea Utara, tetapi akan lebih dalam guna memata-matai China.

Salah satu tujuan dari Pentagon adalah untuk meyakini sekutu-sekutu AS yang merasa cemas dengan kekuatan-kekuatan agresif di kawasan ini. Banyak yang menginginkan dukungan AS namun juga tidak ingin memprovokasi China dan mereka (negara-negara sekutu AS) tidak yakin Washington dapat mengatasi modernisasi yang cepat militer Beijing karena kendala fiskal Amerika.

Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan selama kunjungannya beberapa hari lalu ke kapal perang USS John C. Stennis di Washington, bahwa AS akan fokus dan memproyeksikan kekuatan di Asia Pasifik.

Kehadiran militer AS di tanah Asia, khususnya pangkalan marinir di Okinawa, telah menjadi sumber ketegangan konstan, dan kehadiran yang lebih pasti akan memicu masalah yang lebih besar lagi. Selain situs X-Band baru di selatan Jepang, AS berencana untuk meningkatkan jumlah marinir di Okinawa dalam waktu dekat sebelum akhirnya memindahkan mereka ke Guam. Jumlah pasukan di Okinawa akan segera bertambah, dari yang awalnya sekitar 15.000 personil akan menjadi 19.000 personil, kata pejabat Pentagon.

Analis Mempertanyakan Keefektifan Pertahanan Rudal

Para analis mengatakan masih belum jelas keefektifan pertahanan rudal AS di wilayah Asia untuk melawan China. Sebuah rilis Pentagon pada tahun 2010 melaporkan bahwa sistem pertahanan rudal balistik tidak bisa mengatasi skala besar serangan rudal Rusia atau China.

Pejabat senior AS mengatakan penyebarab pertahanan rudal baru ini akan dapat melacak dan memukul mundur setidaknya beberapa serangan dari China, cukup berpotensi untuk mencegah Beijing memulai serangan.

AS telah menetapkan "dasar-dasar" pertahanan rudal ini di Asia, nantinya kekuatan ini akan tergabung dengan kekuatan-kekuatan sekutu AS di Asia seperti Jepang, Korea Selatan dan Australia.

Para pejabat AS juga mengatakan bahwa beberapa negara sekutu mereka, sampai sekarang menolak berbagi informasi intelijen secara real-time, ini mempersulit upaya AS. Sengketa teritorial antara Korea Selatan dan Jepang telah berkobar lagi dalam beberapa pekan terakhir, ini menggaris bawahi tantangan untuk menciptakan suatu kesatuan perintah yang padu yang akan digunakan untuk menembak jatuh rudal yang datang.

AS juga menghadapi masalah yang serupa dalam membangun sistem pertahanan rudal terpadu di Teluk Persia.

Setelah radar X-Band mengidentifikasi lintasan rudal, AS kemudian menyebarkan rudal pencegat dari kapal atau darat atau sistem anti rudal.

Penambahan Armada Kapal Pertahanan Rudal AS

Angkatan Laut AS saat ini tengah menyusun rencana untuk menambah armada kapal perang pertahanan rudal yang saat ini berjumlah 26 menjadi 36 pada tahun 2018. Pejabat Pentagon mengatakan sebanyak 60 persen dari armada tersebut kemungkinan besar akan dikerahkan ke kawasan Asia Pasifik.

Selain itu, Angkatan Darat AS sedang mempertimbangkan untuk memperoleh Terminal High Altitude Area Defense, atau THAAD, sistem anti rudal, kata seorang pejabat senior pertahanan. Berdasarkan rencana saat ini, AS sedang membangun enam THAADs

PROYEK RUDAL BARU RUSIA DAN INDIA

Su-30MKI

Rusia telah menandatangani kontrak dengan India untuk integrasi rudal jelajah Rusia-India BrahMos untuk pesawat tempur multifungsi Sukhoi Su-30MKI. Pesawat tempur Su-30MKI adalah pesawat tempur yang diproduksi India dibawah lisensi Rusia.
Rudal BrahMos

Yang perlu diperhatikan, kontrak integrasi rudal BrahMos ke Su-30MKI itu ditandatangani pada bulan Desember 2012. Kabar itu baru terungkap pada malam pameran kedirgantaraan internasional "Aero India 2013"

Pameran diselenggarakan di Bangalore, India, mulai tanggal 6-10 Februari 2013. Dalam kontrak integrasi ini, pihak Rusia akan bertindak sebagai penasihat mitra India.
Su-30MKI

Rudal BrahMos dirancang untuk menghancurkan berbagai target maritim.
Su-30MKI

Rudal Brahmos memiliki jangkauan yang jauh sampai dengan 290 km, berkecepatan supersonik tinggi hingga 2,8 mach, dengan kerentanan yang rendah dari radar.

Berat rudal ini adalah 3 ton (untuk versi yang dipasang di Su-30MKI). Sistem kerja rudal ini adalah "fire and forget" dan dapat menemukan targetnya sendiri.
Su-30MKI

Su-30MKI
Kredit Foto : ITAR-TASS

RUDAL BARU RUSIA MENJAWAB SISTEM PERTAHANAN AS

Topol
 
Sementara Amerika Serikat terus membangun sistem pertahanan rudal globalnya, Rusia sedang mempersiapkan pembaharuan radikal rudal strategis nuklirnya.
Sepertinya militer dan industri militer Rusia telah secara serius mempersiapkan rudal strategis untuk mengatasi sistem pertahanan rudal Amerika. Dua rudal strategis dari kelas berbeda saat ini sedang dikerjakan Rusia dalam waktu yang bersamaan.
Menurut Sergei Karakaev, komandan Pasukan Rudal Strategis (SMF) Rusia, rudal ini berbobot 100 ton, merupakan rudal balistik antar benua (ICBM) berbahan bakar cair yang akan mengungguli rudal terkuat di dunia saat ini R-36M2 Voevoda (NATO: SS-18 Satan), dan ICBM berbahan bakar padat yang direncanakan untuk menggantikan sistem Yars (RS-24 dan Topol-M) generasi kelima.
"Karena potensi ICBM bahan bakar padat tidak cukup untuk mengatasi sistem pertahanan rudal Amerika, ICBM bahan bakar cair berat diperlukan untuk melakukan tugas ini. Seperti ICBM yang memungkinkan penciptaan non-nuklir, presisi tinggi, senjata strategis dengan jangkauan global praktis, kecuali bila Amerika Serikat menghentikan programnya, "kata Karakaev.
Ini adalah pertama kalinya Rusia mengungkapkan tentang menciptakan rudal berbahan bakar padat baru. Menurut Jenderal Karakaev, peluncuran beberapa prototipe rudal ini telah dilakukan pada tahun 2012 - yang terakhir pada 24 Oktober 2012. Hal ini mengakhiri spekulasi tentang apakah Pasukan Rudal Strategis Rusia membutuhkan rudal berbahan bakar cair kelas berat atau tidak.
Rusia melakukan modernisasi besar-besaran terhadap keluarga Topol pada era 1990-an dan mengadopsi Topol-M Silo (NATO : SS-27) pada tahun 2000, diikuti oleh Topol-M2 mobile tahun lalu. Ini adalah Topol baru dan yang baru diadopsi adalah Yars RS-24 yang akan secara bertahap menggantikan dan menonaktifkan generasi pertama Topol/Yars
Namun rudal berbahan bakar cair masih menjadi tulang punggung satuan penangkal rudal strategis Rusia; UR-100N (NATO: SS-19 Stiletto) dan ла-36M (US Department of Defense dan NATO: SS-18 Satan). Namun, bagaimanapun, rudal ini sudah usang dan harus dipensiunkan selama beberapa tahun ke depan.
Menurut perkiraan oleh Leonid Kalashnikov, wakil ketua Komite Pertahanan Negara, Rusia akan menerima 100-105 ICBM baru pada tahun 2015. Artinya, topol-M hulu ledak tunggal dan Yars -24 tiga hulu ledak akan mampu membawa total 110-115 hulu ledak. Pada saat yang sama, Amerika Serikat juga berencana untuk menggelar 900 pencegat rudal balistik di seluruh dunia pada tahun 2015.
Amerika Serikat menarik diri dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik 1972 pada tahun 2001 dan tidak lagi dibatasi oleh pembatasan unutk membangun kuantitas dan kualitas sarana tersebut. Menurut Karakaev, sangat mungkin bagi Amerika untuk menyebarkan sistem pertahanan anti-rudal di ruang angkasa.
Pemimpin militer dan politik Rusia mengandalkan negosiasi yang sukses dengan Amerika Serikat mengenai pertahanan rudal. Namun, negosiasi berakhir dengan kebuntuan, penyebaran yang gigih Washington untuk sistem  pertahanan anti-rudal berbasis pemukaan darat dan laut, ditambah dengan rusaknya hubungan bilateral kedua negara, telah memaksa pemimpin Rusia untuk mempertimbangkan tindakan lebih tegas.
Di sinilah salah satu akibat munculnya gagasan rudal dahsyat jarak jauh ini dari Rusia. Sebenarnya saat ini Rusia sudah memiliki rudal tersebut - yang disebutkan di atas berbahan bakar cair- yaitu UR-100N dan R-36M. Namun, rudal tersebut telah bertugas sejak akhir 1980-an, dan umur mereka sudah mendekati masa pensiun.
Pada tahun 1990-an pengembangan rudal baru Rusia ditunda, ketika Pasukan Rudal Strategis dikonversi sepenuhnya untuk menggunakan kompleks rudal ringan berbahan bakar padat. Namun, rudal ringan belum mampu menjadi pengganti penuh untuk rudal berbahan bakar cair raksasa.
Menurut Yuri Zaitsev, seorang ahli di Academy of Engineering Sciences, "tidak mungkin rudal Topol-M dan Bulava difungsikan sebagai pengganti yang layak bagi rudal yang akan dinonaktifkan."
Meskipun demikian, Rusia tidak berencana untuk meninggalkan teknologi rudal berbahan bakar padat. Rudal berbahan bakar padat adalah yang paling cocok untuk sistem rudal yang mobile salah satunya karena waktu peluncurannya yang cepat. Ini berarti bahwa Rusia akan terus mengembangkan pengganti untuk kedua jenis rudal aktifnya, bahan bakar air dan padat

PERBANDINGAN SISTEM PERTAHANAN UDARA : S-400 Vs MEADS

Sistem pertahanan udara dan pertahanan rudal yang canggih tidak hanya merupakan bagian integral untuk menjaga kemananan negara, melindungi sebuah negara dari pesawat musuh dan rudal, tetapi juga sebagai alat pencegah (efek deterrence). Efektivitas serangan dan hasil perang sangat tergantung pada karakteristik dan kinerja dari rudal SAM (surface-to-air / permukaan-ke-udara) yang digunakan.
Dalam beberapa kasus, adanya alutsista ini akan memaksa lawan untuk merevisi rencana mereka, namun terkadang keberadaan alutsista seperti ini juga menjadi penyebab gesekan antara kedua negara. Hampir semua negara, besar atau kecil, mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk melindungi wilayah mereka. Dan sistem pertahanan udara seperti ini menjadi sangat penting bagi negara-negara yang memiliki nuklir.
Kompleks sistem pertahanan udara S-400
Kompleks sistem pertahanan udara S-400 (Foto : Warfare.ru)
Amerika Serikat dan Rusia adalah pemimpin dalam industri sistem pertahanan rudal semacam ini. Sebagai contoh, S-400 Triumf (Triumph) dikembangkan oleh Rusia, dan MEADS (Medium Extended Air Defense System) dikembangkan oleh AS, Jerman dan Italia. Perbedaan menonjol dari kedua sistem ini terletak pada jangkauan, daya tahan, dan pengoperasian. S-400 Rusia adalah sistem rudal pertahanan udara jarak jauh dan MEADS yang buatan Amerika-Eropa adalah sistem pertahanan udara kisaran menengah.
Persaingan dalam alutsista jenis ini sudah ada sejak dulu bahkan pada saat Perang Dingin, yaitu persaingan antara S-300 Rusia dan Patriot AS. Sistem-sistem pertahanan rudal baru kedua negara tersebut (S-400 dan MEADS) untuk menggantikan sistem lama, jadi cukup logis untuk membandingkan langsung S-400 dengan MEADS dan THAAD (juga sistem pertahanan udara canggih buatan AS).
Setiap sistem S-400 terdiri dari enam rudal SAM. Pusat komando dari sistem pertahanan udara akan memproses data kompleks radar, SAM, dan AAMs (air-to-air-missile) lainnya dan ZRPK (S-300, "Thor," "shell-C"), serta pusat-pusat komando yang lebih tinggi. Singkatnya, sepenuhnya mengontrol proses serangan dengan sistem pertahanan udara / pertahanan rudal di daerah tertentu. Sistem radar untuk S-400 adalah 91N6E dengan jangkauan 600 km.
Sistem rudal anti-pesawat S-400, terdiri dari pelacak radar multi-role (multi-fungsi) dan rudal dan peluncur hingga 12 unit. Setiap kompleks dapat berfungsi secara independen dari pusat komando dan kontrol dan sistem radar utama. Selain itu, dapat mendeteksi target secara bersamaan (di waktu yang sama) hingga 100 target, dengan target untuk dilumpuhkan adalah 6 target (total 12 sebelum di reload kembali untuk 1 sistem). Dua rudal akan ditujukan kepada setiap target, yang memberikan kemungkinan lebih besar untuk menjatuhkan/menghancurkan target. Selain itu, S-400 memiliki radar 96L6E all-altitude (semua ketinggian), menara bergerak untuk antena 92N6E, kompleks logistik, stasiun intelijen elektronik dan tentu saja yang tidak boleh tertinggal adalah rudal amunisi.
Sistem MEADS terdiri dari headquarters battery dan tiga firing batteries. Fire battery dilengkapi dengan single operational dan tactical command dan pusat kontrol (BMC41), radar, dua radar pelacak target dan pandu (guidance) rudal, 6-12 PU dan tiga kendaraan amunisi yang masing-masing membawa 12 rudal. Radar dengan phased antenna array dapat dioperasikan dalam posisi tetap, dan berputar pada kecepatan 7,5 rpm. Sebuah radar multifungsi yang mampu berputar pada kecepatan 15-30 putaran/menit.
Peluncur MEADS
Peluncur MEADS (Foto : MEADS International Inc.)
Kisaran rudal MEADS memang belum diungkapkan secara resmi, namun kemungkinan lebih pendek dari S-400 Rusia karena MEADS masih dalam kategori sistem pertahanan udara menengah. Kelebihannya, MEADS dapat menembak hingga 10 target secara simultan sedangkan S-400 dapat menembak 6 target. Perbedaan ini terkait battery tunggal dalam dua radar multifungsi.
Perbedaan besar antara dua alutsista ini terlihat jelas ketika membandingkan karakteristik teknis dari rudal dan kemampuannya untuk terlibat dengan berbagai target di jarak jauh. Sistem MEADS mampu menembakkan dua jenis rudal; PAC-3 MSE dan IRIS-T SL. Rudal yang pertama adalah versi terbaru dari rudal PAC-3 yang digunakan dalam sistem pertahanan rudal Patriot, dan rudal yang kedua adalah rudal standar dari rudal IRIS-T Jerman.
Salah satu peluncur akan menampung delapan rudal PAC-3 SME dengan jangkauan 120 km dan sejauh ini tidak diketahui jumlah rudal IRIS-T SL yang dapat menggantikan rudal yang lebih mahal yaitu PAC-3 untuk mencegah serangan dan menghancurkan berbagai jenis pesawat, rudal jelajah dan rudal pandu pada kisaran sekitar 30 km.
MEADS dapat mencapai target di ketinggian 25 km. Rentang peluncuran minimum untuk rudal PAC-3 MSE adalah 3 km. Terobosan besar dalam pengembangan MEADS adalah kemampuannya untuk meluncurkan rudal secara vertikal yang dapat menembak musuh dalam radius 360 derajat. Namun sebenarnya teknologi semacam ini telah digunakan oleh Uni Soviet pada versi pertama S-300 pada tahun 1960-an.
Sekarang S-400, sistem rudal ini memiliki spektrum yang lebih luas dengan 12 variasi rudal. Tiga jenis juga digunakan pada S-300 dan lainnya adalah rudal baru. Jumlah rudal yang dapat digunakan ini akan memastikan tingkat keberhasilan S-400 dalam menangkis serangan. Rudal konvensional yang digunakan pada S-300 memiliki jangkauan 150-250 km. Rudal baru 40N6E sudah berhasil diuji coba baru-baru ini dan akan menjadi amunisi standar S-400.
Rudal baru Rusia ini jelas memiliki jangkauan yang lebih jauh ketimbang rudal yang digunakan pada S-300. Rudal ini mampu memukul target pada jarak 400 kilometer dan ketinggian 185 km (di ruang udara dekat). Dalam hal jangkauan, rudal S-400 Rusia ini tidak hanya melampaui THAAD, tapi hampir menyerupai sistem rudal berbasis laut Aegis.
Peluncur S-400
Peluncur S-400
9M96E2 dan 9M96E dan variannya akan digunakan pada sistem anti-rudal berbasis laut "Redoubt." Tidak hanya akan menghancurkan pesawat dan rudal musuh, tetapi juga rudal balistik. Rentangnya adalah 1 km dan 50-150 km (150 km untuk 9M96E2) dan ketinggian 35 km.
Peluncur S-400 mampu membawa 4 roket besar dan 16 rudal ringan. Fitur menariknya adalah kemampuannya untuk menempatkan berbagai jenis peluncur rudal. Misalnya, delapan rudal 9M96E dan dua rudal 40N6E yang dapat ditempatkan pada satu peluncur.
Perbedaan lainnya dari S-400 dan MEADS adalah dalam hal kemampuan untuk menahan ancaman rudal. MEADS dapat mencegat rudal balistik jarak menengah hingga 1.000 km (jangkauan rudal balistiknya, bukan jangkauan MEADS), sedangkan S-400 dapat mencegat rudal balistik dengan rentang sampai 3.500 km dan pada jarak 7 sampai 60 km.
Untuk pergerakannya (mobilisasi), belum diketahui berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menyebarkan/memobilisasi kedua sistem rudal buatan AS tersebut yaitu MEADS dan THAAD. Untuk S-400, akan siap dipindahkan hanya dalam waktu 5-10 menit. S-400 dapat diangkut dari darat, laut dan udara. Untuk pengiriman darurat MEADS ke medan perang, akan diangkut dengan C-130 Hercules (AS) dan Airbus A-400M (Inggris).
Untuk sistem MEADS ini, AS berencana mengakuisisi hingga 48 unit, Jerman 24 dan Italia 9. Di AS, mereka (MEADS) akan menggantikan Patriot, di Italia mereka akan menggantikan "Nike Hercules" dan di Jerman menggantikan "Improved Hawk" dan Patriot. Saat ini tengah direncanakan untuk diproduksi sebanyak 81 unit, dengan total biaya (termasuk biaya pengembangan) sebesar 20 miliar dolar. Namun besaran biaya ini akan meningkat seiring modifikasi dan pengujian.
S-400 dirancang unuk menggantikan S-300 dan S-200. Pada tahun 2020, Rusia berencana untuk mengakuisisi 56 batalyon (28 resimen). Sembari menunggu pengembangan S-500 canggih mereka yang nantinya akan menjadi dasar pertahanan Rusia di masa depan. Ada informasi yang menyebutkan bahwa Turki dan China sudah siap mengimpor S-400, namun Rusia belum berniat menjualnya sebelum Rusia sendiri melengkapi seluruh Pasukan Pertahanan Udaranya dengan S-400.
Terlepas dari kenyataan bahwa dalam penciptaan SAM sebanding dengan banyak teknologi baru yang digunakan, terlihat jelas bahwa S-400 adalah pemenangnya. Tidak ada keraguan, sistem pertahanan udara ini adalah yang terbaik di dunia untuk saat ini. Sistem ini  memiiki masa depan yang baik dan dengan biaya yang relatif rendah yaitu sekitar 200 juta dolar untuk divisi (sistem rudal patriot mencapai 1 miliar dolar). Namun, tetap saja, ini hanya di atas kertas dengan klaim masing-masing dan dokumentasi uji coba. Untuk melihat perbandingan nyata adalah saat pertempuran sesungguhnya, tapi walau bagaimanapun "perbandingan nyata" dari alutsista-alutsista ini sebaiknya tidak pernah terjadi

MERKAVA 4. TANK TEMPUR UTAMA ZIONIS ISRAEL

Tank Tempur Utama (MBT) 65 ton Merkava 4 mulai diproduksi secara massal pada tahun 2001 dan mulai dioperasikan oleh Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada bulan Juli 2003. Batalyon pertama tank Merkava 4 Angkatan Pertahanan Israel terbentuk pertama kali pada tahun 2004.

Tank Merkava 4 berukuran lebih besar daripada Merkava 3 Baz, yang telah digunakan IDF (Israel Defence Force) sejak tahun 1990. Merkava 3 diekspor oleh SIBAT yang berbasis di Tel Aviv, namun tank Merkava 4 tidak untuk diekspor, tetapi beberapa sistem dan komponen tank tetap diekspor.

Merkava 4 Tank Tempur Utama Israel
Batalyon pertama tank Merkava 4 Angkatan Pertahanan Israel terbentuk pertama kali pada tahun 2004
(Kredit foto : MathKnight and Zachi Evenor)

Kontraktor utama pembangunan Merkava 4 meliputi:
  • El Op Electro-Optic Industries, anak perusahaan dari Elbit Systems yang bertanggung jawab untuk sistem kontrol tembak.
  • Angkatan Pertahanan Israel (IDF), yang melakukan konstruksi utama dan sistem integrasi dan pengujian.
  • Israel Military Industries menyediakan senjata utama, proteksi balistik dan amunisi.
  • IMCO Industries untuk sistem kelistrikan.
  • Urdan Industries untuk turret (kubah), lambung utama dan coran, dan
  • IAI Ramta untuk komponen proteksi.
Merkava 4 mampu membawa delapan tentara termasuk awak tank yaitu komandan, loader, penembak dan driver. Tank ini mampu menembak di saat bergerak untuk target yang bergerak dan telah menunjukkan probabilitas hit yang tinggi dalam melawan helikopter serang yang menggunakan amunisi anti-tank konvensional.

Merkava 4 Tank Tempur Utama Israel
Fitur Merkava 4 secara signifikan ditingkatkan, khususnya proteksi lapis baja balistik baru,
 senjata dan sistem elektronik baru
(Kredit foto: MathKnight)

Persenjataan Merkava 4

Tank Merkava 4 memiliki all-electric turret baru yang dikembangkan oleh Elbit dan anak perusahaanya  yaitu El-Op. Hanya satu palka yang dipasang di turret , palka komandan.

Meriam smooth-bore 120mm telah dikembangkan dan dilengkapkan oleh Israel Military Industries untuk Merkava 4.

Meriam baru ini adalah generasi lanjutan dari meriam yang digunakan Merkava 3. Selubung Vidco thermal pada meriam mencegah perubahan bentuk dari laras akibat kondisi lingkungan dan akibat proses menembak itu sendiri. Meriam ini bisa menembakkan amunisi dengan daya yang lebih tinggi termasuk proyektil penetrasi dan guided shells 120mm.

Meriam Smooth-bore 120 mm tank Merkava 4
Merkava 4 memiliki meriam 120mm baru, sebuah pengembangan dari meriam Merkava 3
(Kredit Foto:Michael Mass, Yad la-Shiryon Museum)

Tank ini dapat membawa 48 butir amunisi yang masing-masing disimpan dalam wadah pelindung. Jenis-jenis amunisinya antara lain APFSDS-T M711 (CL 3254), the HEAT-MP-T M325 (CL 3105) dan TPCSDS-T M324 (CL 3139) yang disuplai oleh Ammunition Group of Israel Military Industries. Meriam ini juga mampu menembakkan amunisi 120mm lainnya seperti milik Perancis, Jerman atau AS.

Tank ini juga dilengkapi dengan senapan mesin 7.62mm dan sistem internal operasi internal mortir 60mm yang dikembangkan oleh Soltam Ltd. Mortir dapat menembakkan bahan peledak dan mengiluminasi daerah di jarak 2,7km. Suite proteksi (perlindungan) mencakup identifikasi ancaman elektromagnetik dan sistem peringatan canggih.


Sistem Kontrol Tembak El Op

Sistem kontrol tembak baru, yang dikembangkan oleh El Op termasuk fitur yang sangat canggih, yaitu kemampuan untuk menemukan dan mengunci target bergerak, bahkan helikopter udara, walaupun tank itu sendiri juga sedang dalam keadaan bergerak.

Komputer mengatur sistem kontrol tembak termasuk stabilisasi line-of-sight dalam dua sumbu, pemandangan televisi generasi kedua dan pelacak target otomatis termal, berbagai laser rangefinder, improvisasi thermal night vision system dan dynamic cant angle indicator.

Merkava 4 Tank Tempur Utama Israel
Sistem kontrol tembak baru yang canggih termasuk kemampuan untuk menemukan dan mengunci
target bergerak, bahkan helikopter, walaupun Merkava sedang dalam keadaan bergerak juga.
(Kredit Foto: Michael Mass, Yad la-Shiryon Museum)

Stasiun komandan dilengkapi dengan stabilised panoramic day dan night sight. Sistem operasi yang terintegrasi meliputi data komunikasi canggih dan manajemen pertempuran. Perusahaan Tadiran yang mengembangkan sistem komunikasi Merkava, sistem komunikasi antar kendaraan dan VRC 120 vehicular transceiver radio dengan perangkat penerima tambahan yang tertanam.


Countermeasures

Merkava 4 dilengkapi dengan Amcoram LWS-2 laser warning system, dengan tampilan ancaman peringatan yang terpasang di stasiun komandan. Salah satu peluncur dipasang pada kedua sisi tank, yang dapat meluncurkan granat asap dan umpan.

Merkava 4 juga telah dilengkapi dengan Rafael Trophy Active Protection System. Trophy menampilkan cakupan pandangan 360° terhadap roket anti-tank, rudal anti-tank dan peledak anti tank lainnya. Setelah Trophy mendeteksi ancaman, dilacak dan diklasifikasikan dan titik mencegat optimal dihitung, sebelum meluncurkan balasan.

Senapan mesin 7.62mm Merkava 4
Merkava 4 juga dilengkapi dengan senapan mesin 7.62mm
(Kredit foto: MathKnight)

Sensor termasuk radar dengan empat antena ditempatkan di sekitar kendaraan. Pengembangan sistem selesai pada April 2007 dan IDF telah menyetujui produksi untuk dipasangkan di tank Merkava baru.

Sistem ini berhasil diuji pada tank Merkava 4 oleh Angkatan Pertahanan Israel pada bulan Desember 2010. Sistem Trophy yang digunakan pada MBT Merkava 4 juga berhasil mengantisipasi roket anti-tank yang ditembakkan oleh seorang pria bersenjata peluncur roket di dekat pagar keamanan Jalur Gaza pada Maret 2011.


Mesin

Merkava 4 menggunakan mesin diesel V-12 yang setara kekuatannya dengan 1.500 hp (tenaga kuda). Kompartemen mesin dan satu tangki bahan bakar berada di depan tank dan dua tangki bahan bakar berada di bagian belakang. Mesin baru ini lebih unggul 25% dalam kekuatan dibandingkan dengan Powerpack 1.200hp yang digunakan pada Merkava 3.

Sistem Transmisi Merkava 4
Merkava 4 memiliki lima gigi transmisi otomatis, tidak lagi empat gigi seperti pada Merkava 3
(Foto: Ereshkigal1)

Adalah mesin diesel GD883 yang diproduksi oleh Perusahaan Jerman MTU di bawah lisensi produksi oleh General Dynamics Land Systems di Amerika Serikat. Mesin ditransfer ke Israel untuk instalasi dan integrasi dengan transmisi otomatis dan dengan sistem kontrol komputer mesin. Merkava 4 memiliki lima gigi transmisi otomatis, tidak lagi empat gigi seperti pada Merkava 3. Sistem transmisi diproduksi oleh Renk. Peredam kejut (shock absorbers) single position rotary dipasang eksternal.


Lambung (Hull)

Desain ulang dari lambung sekitar instalasi powerpack baru telah menjadikan proteksi lapis baja frontal meningkat dan perubahan/perbaikan lapangan pandang driver. Untuk berjalan mundur, driver menggunakan kamera.

Merkava 4 Tank Tempur Utama Israel
Fitur Merkava 4 secara signifikan ditingkatkan, khususnya proteksi lapis baja balistik baru,
senjata dan sistem elektronik baru.
(Kredit foto: Flickr-Israel Defense Forces)

Sebuah fitur baru dari tank Merkava 4 ini adalah lapis baja modular yang dipasang mencakup turret. Tank ini akan melindungi terhadap berbagai ancaman, termasuk rudal udara yang dipandu radar dan senjata-senjata anti-tank. Deteksi kebakaran otomatis dan supresi jua telah dipasang. Bagian bawah lambung telah dilengkapi dengan proteksi lapis baja tambahan terhadap ranjau. Kompartemen pengemudi dan kru dilengkapi dengan sistem pemanas dan pendingin.


Karakteristik

Kru 4 - Komandan, driver, penembak dan loader
Panjang (dengan meriam) 9,04 meter
Lebar (tanpa pelindung roda) 3,72 meter
Tinggi ke Turret 2,66 meter
Berat 65 ton
Senjata utama Smooth-bore 120 m
Amunisi 48 putaran