BERITA TERBARU

Senin, 14 Februari 2011

SAJAK KOPI


Aku lebih suka kopi
aromanya menghanyutkanku jauh dari sini
dan pahitnya membawaku kembali
.
kau adalah kopi dlm cangkir pagiku
sesendok manisku tak bisa ubah aromamu
seteguk pahitmu tak kan membunuh hariku
.
kucium wangi aromamu
berharap kan kudapat rasa senikmat itu
tak kusangka akhirnya mati rasaku
setelah kutelan pekat pahitmu itu
.
kopiku pagi ini tersendat di leher, tak mengalir
kukira kenangan tentangmu tlah berakhir
ternyata dalam setiap teguk kau hadir
.
kuteguk cintamu dr cangkir kopiku
kuhembus senyummu dr batang rokokku
kucoba larutkanmu di antara mereka
dan wujudmu semakin nyata
.
kutahan lg rinduku
seperti bubuk kopi di dasar cangkir
yg tak jd kuseduh
ketika tak panas ceret yg kusentuh
.
ternyata memang percuma
walau diseduh di cangkir emas
tak akan ada lg nikmat aroma kopi
dari ampas kering yg diseduh kembali.
.
selesai
kuteguk kopi hingga ke ampas
seiring hilangnya mentari panas
dan akhirnya kulihat di dasar gelas
bayangmu telah tertidur pulas.



at office : 14/02/2011... 15:43 pm (takesi filosofi )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar